Your Name
Your Email
Friend's Email
Message
JUNE 23 — Siapa yang berani bernyanyi (Whoever dares to sing) Nanti akan dikebiri (Shall later be neutered) Siapa yang berani menari (Whoever dares to dance) Nanti kan dieksekusi (Shall later be executed) Kerana mereka paling suci (Because they’re the holiest) Lalu mereka bilang kami jalang (So they call us whores) ... Read more at http://www.themalaysianinsider.com/opinion/article/a-tradition-of-protest-songs/