Rencana

Respon seorang Muslim terhadap kenyataan ‘penceroboh’ Isma – Muhammad Hariz Sa’id

Merujuk artikel bertajuk, 'Isma stands by statements on Chinese 'trespassers', refuses to apologise' pada 7 Mei 2014, berikut merupakan jawapan saya terhadap isu tersebut:

Terima kasih, wahai kaum Cina

Terima kasih saya ucapkan,
Kehadiranmu sebuah hadiah,
Senyuman berganda-ganda.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada peruncit-peruncit Cina,
Kalian berniaga dengan jujur.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada usahawan Cina,
Kalian membangunkan ekonomi.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada saintis Cina,
Kalian membongkar rahsia.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada jurutera Cina,
Kalian menyenangkan urusan.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada doktor Cina,
Kalian pejuang kesihatan.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada tukang masak Cina,
Dim sum paling sedap di Malaysia.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada profesional Cina,
Kalian majukan rakyat kita.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada buruh-buruh Cina,
Kalian membina tempat tinggal.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada guru-guru Cina,*
Kalian buat ilmu nampak seronok.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada keluarga Cina,
Kalian sudi jalinkan silaturrahim.

Mereka kata kalian penceroboh,
Mereka kata kalian pendatang.

Saya kata kalian rakyat,
Saya kata kalian sahabat.

Teruskan berada di sini,
Kita berbeza tetapi kita berbaik.

Jangan berjalan terlalu ke hadapan,
Tolonglah kawanmu yang di belakang.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada seluruh kaum Cina,
Kalian diundang sebagai 'Malaysian'.

Terima kasih saya ucapkan,
Kepada provokasi Isma,
Kalian menyebabkan saya tulis prosa ini. – 9 Mei, 2014.

*Didedikasikan kepada Pn Sia, Pn Siaw, Ms Loh, Master Hiew dan En Yu (Guru bahasa Melayu saya)


* Penulis ialah pelajar tahun empat Perubatan Universiti Liverpool.

* Ini adalah pendapat peribadi penulis dan tidak semestinya mewakili pandangan The Malaysian Insider.

Comments